Tanpa Cahaya ilmu pengetahuan, maka akal dan hati
akan berterusan dikuasai kegelapan., dilingkungi kebodohan dan terhalang
memperolehi hidayah buat selama-lamanya.
Lalu ilmu apakah yang dapat menerangai dan mencerahkan akal dan jiwa
manusia dengan sahaya? Itulah ilmu yang dinamakan ‘Ilman Ni-fi’an’, iaitu
ilmu yang bermanfaat dan dapat dimanfaatkan pula oleh pemiliknya.
Ilmu yang dapat dimanfaatkan untuk meraih
maslahat ataupun kebaikan hidup beragamanya, membangunkan kesejahteraan ukhrawi
dan duniawinya serta membentuk kemuliaan dirinya sendiri. Ilmu yang bermanfaat juga adalah ilmu yang
dapat menghantar dan menyampaikan seseorang hamba kepada makrifatullah yakni pengenalan
terhadap Allah selaku Penciptanya, sumber dan Pemilik mutlak segala penciptaan,
anugerah, keagungan, kebesaran serta hukum alam.
Segala nikmat yang manusia perolehi, apa saja
pengetahuan yang dimiliki olehnya ada tempat kembalinya – iaitu dari Allah swt.
Demikian juga, sumber segala pengetahuan yang
dimiliki manusia tak kira sepandai mana pun dia adalah daripada Allah swt Yang
Maha Mengetahui. Firman-Nya sudah cukup
mengingatkan kita, “Bacalah (wahai Muhammad) dengan nama Tuhanmu yang menciptakan
(sekelian makhluk.)” (Surah A-’Alaq:1)
Perjalanan hidup kita dan alam seluruhnya berada di
dalam genggaman, tadbir, ilmu, kehendak, takdir dan kekuasaan Allah Yang Maha
Esa.
Maka dengan itu, perbanyakanlah bersyukur kepada
Allah swt di atas nikmat hidup yang telah diberikan kepada kita.
No comments:
Post a Comment