Welcome to my world....... A blog of my heart. The next time you are on your keyboard, do browse thru' my blog and find the time to read my posts. . Comments and opinions are most appreciated.......Thanks for dropping by..

Wednesday, 31 October 2012

Peranan lidah...

Let's pay more attention on how we speak.....         Words that are hurtful stay longer in our heart...

Sunday, 21 October 2012

Monday morning with Bridget Menerez...



When more people share the same wavelength, enlightenment follows....

Reach out to others....

It is not always easy to identify  the origin of illness although we are becoming more adapt at doing so these days.  In the same way, it has not always been easy to understand why one individual suddenly become crazy and commits acts of violence.

We need to examine out hearts and thoughts to see whether there are traces of negativity.  When we are, in effect, transforming global consciousness.  As we rid ourselves of desire, greed, ego and envy, we will have a positive effect on mankind.

The only way to break the chain of selfishness is to reach out to others regardless of gain.  Only then will people shed their selfishness for the greater good of mankind.

Creating space in our lives and making time form contemplation, we are able to participate in a major shift in human consciousness.  The beauty is that we are all linked, increasingly so, and we will move into the age of enlightenment and harmony.

Your original state is one of peace, but external situations and internal feelings pull you away from your peace.  Don't give your mind permission to be disturbed.

A calm mind is focused and self-directing.  An internal focus allows you to keep an eye on your higher self and remember your original nature.

Open your heart and life to opportunities.  The laws of the universe are fixed principles, and when you give, you are bound to receive.



The Sun 22/10/12

Sunday, 30 September 2012

ON HABITS...

Habits refer to actions taken by people repeatedly without thinking.  Habits that are developed over the years get ingrained in one's behaviour.  People with habits do not assess the purpose and benefits of their actions any more.  They will continue to do things the same way without question. 
In fact, they have substituted the need to think with the habit they developed. 
A story was told of ancient Egypt whereby a great conqueror came and took over the country.  The first thing he did was to burn all the libraries.  He did this perhaps out of insecurity as he did not want any man to be wiser than him.  All the books of wisdom were burnt.
However, there was one book that was left unburnt.  A man went through the ruins of the library and found this book, The Magic Of Touchstone. 
It described the secret of great wealth.  It said: " Go to any beach in the country and should you find any pebble that feels warm; there lies all the pebbles below that will turn into gold."
The curious man believed what he read.  So he set out to find the gold. 
Each day he would go to a beach and pick up a pebble; it would feel cold and he would throw it into the sea.  He went through this repeated motions countless times. 
He did this for years.  After 10 years, he stumbled upon a beach and he picked up a pebble.  It felt warm, but he threw it into the sea and continued his search.  It had become a habit for him to pick up pebble and throw it into the sea. 
After so many repeated actions, he had forgotten the goal of his search. 
Many executives are like this man.  They continue to do thing the old way, which are not productive, but their habits prevent them from changing. 
Article from: Victor S L Tan,  KL Strategic Consultant  (Mindset – bacha )

p/s: Victor S L Tan, an international consultant & authority on change management, (KL Strategic Consulting) wrote this articles and the author of 4 books, mostly on guide to management. His articles  appeared  twice weekly in the NST in the mid 90’s. Back then, I was working at a small district, where due to my new nature of work, I really needed to transform from my old self to a new self, sort of a paradigm shift for me. I have to get something to make that change. I kept his newspaper clippings and I would read them over and over.  I would say that they helped me a lot in my work on building interpersonal relationships and created a good networking with people around me, (which I lacked at then) not only at workplace but also in my daily life. It builds my confidence, it increases  my endurance and I managed to create a good working atmosphere with people around me, with my bosses, colleagues, staffs and friends.  It sure made me a better person. 

Till nearly my retirement time, a junior colleague asked if she could have those paper clippings...and i gladly passed them over to her .. as i know that she too would have enjoyed reading them  and instilling the ideas....

Saturday, 4 August 2012

DOA ORANG BERPUASA....


Doa orang yang berpuasa, lebih lebih lagi pada bulan Ramadhan, mudah dimakbulkan.  Nabi SAW bersabda, “ Tiga golongan yang tidak ditolak doa mereka – Orang yang berpuasa hinggalah sampai waktu dia berbuka, pemimpin yang adil dan doa orang yang dizalimi.” (Riwayat Tarmizi dan Ibnu Majah daripada Abu Hurairah ra.)

Sabda Rasulullah SAW lagi, “ Diam orang yang berpuasa itu tasbih, tidurnya ibadah, doanya mustajab dan (pahala) amalannya digandakan.” (Riwayat Ad-Dailami daripada Ibu Umat.)

Inilah antara tawaran hebat Ramadhan yang tidak boleh dilupa dan disia-siakan oleh umat Islam di samping berlumba-lumba untuk memperbanyakkan amal kebajikan.  Oleh itu, disepanjang bulan Ramadhan ini, hendaklah kita mengambil peluang untuk memohon kepada Allah dengan penuh khusyuk dan merendah diri.  Rasulullah SAW menganjurkan agar kita banyak berdoa dengan doa berikut, “Ya Allah, kami memohon keredhaan dan syurga Mu dan kami berlindung dengan Mu dari kemarahan dan api neraka Mu.”

Untuk tatapan bersama....

Saturday, 30 June 2012

KISAH HIDUP....

Andai Dia Pergi dulu Sebelummu...


Andai dia pergi dulu sebelummu,  sapulah air mata dan teguhkanlah jiwa. Kita yang masih hidup perlu menyambung perjuangannya.  Tidak mengapa bersedihlah seketika.  Itu fitrah jiwa.  Namun, sederhanalah kerana esok kau mesti bangkit semula.  Katakan pada dirinya..kau telah pergi, pergi bersama doaku.  Kau tunggu di sana, pasti aku akan menyusul nanti!

Andai dia pergi dulu sebelummu, tanyakan pada hatimu yang sebati dengan hatinya, apa yang dia inginkan jika dia masih di sisi?  Renung wajah anak-anakmu, lontarkan fikir melampau kesedihan.  Anak-anakmu segala cita-cita dan harapan. Jangan sampai nestapa ini menjadi halangan.  Apakah kau tega mengecewakan?

Andai dia pergi dulu sebelummu, katakana pada diri, akanku galas amanah ini.  Sekiranya terpaksa bertongkat dagu pun, aku tidak akan lemas dipagut sendu.  Berjuanglah, agar dia biasa senyum di barzakh itu.  Oleh nukilan doa anak yang soleh dan solehah.  Kalau benar cinta itu setia, anak-anak itulah titiannya.  Di jambangan munajat, di taman ibadat, tentu ada sungai pahala.. yang mengalir selamanya.

Andai dia pergi dulu sebelummu, walaupun dia tidak akan kembali lagi, tetapi itu akhir pertemuan.  Dulu kita bertemu untuk berpisah.  Kini kita berpisah untuk bertemu.  Inilah jalan taqwa yang telah dilalui oleh Siti Aishah, Siti Habshah, Ummu Salamah, Mariah Qibtiyah apabila ditinggalkan Rasulullah.  Syukur kau terpilih untuk melalui jalan mujahadah.  Mujur kau ditakdirkan merasai mehnah Illahi – tradisi hidup Ummahatul Mukminin yang ditinggalkan suami!

Andai dia pergi dulu sebelummu, sibuklah dirimu.  Beribadahlah sehingga kau letih untuk merasa letih.  Gembirakanlah hatimu dengan menggembirakan orang lain.  Carilah peluang kebajikan dan kebaikan yang bertaburan.  Apabila sesekali kesedihan datang tanpa diundang, berwudhuk dan bacalah al-Quran. Dirikanlah solat, sesungguhnya solat itu satu kerehatan.  Begitulah setiap kali Rasulullah saw apabila terasa gundah...diadukan kesedihan kepada Allah.

Andai dia pergi dulu sebelummu, bisikan ke dalam hatimu yang paling dalam.  Dia bukan milikku.  Pemilik segala ialah al-Malik.  Allah yang memiliki dan menguasai segala-segalanya.  Pada kita hanya amanah, sampai masanya terpaksa diserah.  Jangan ada rasa dimiliki, dan jangan ada rasa memiliki.  Apabila terasa sepi, jangan katakan aku sepi...tapi katakan padaku sentiasa ada pemerhati.

Sumber: anis okt ‘09

Tuesday, 5 June 2012

IBU.....


Temani Ibu Ketika Sakit....

Rebutlah gedung pahala menjaga ibu ketika sakit.

Menjaga ibu bapa yang sakit adalah peluang besar yang Allah swt kurniakan kepada si anak; seolah-olah Allah swt membuka gedung pahala dan menutup pintu keburukan dari kita. 

Panduan bagi seorang anak yang ingin menjaga ibunya yang sedang sakit:
·       Adanya anak-anak di sisi ibu yang sakit amat penting. Anak-anak boleh bergilir-gilir jika ingin menyempurnakan tugas yang lain.  Apabila menjaga ibu, pastikan tangan kita sentiasa menyentuh dan membelainya, mengurut lembut tubuh badannya dan mendakap ibu.  Paling penting, jangan membiarkan ibu sendirian.

·       Prihatinlah dengan soal rawatan ibu, jadual untuk memakan ubat dan apa jua yang berkaitan dengan kesihatannya.
·       Wujudkan suasana yang kondusif pada ibu yang sakit, dari segi kebersihan diri, tempat tidur, pakaian dan lain-lain lagi.

·       Beri semangat dan keceriaan kepadanya melalui kata-kata dan tingkah laku yang terpuji selaku anak.

·       Pastikan ibadah fardhu seperti solat dapat dilaksanakan oleh ibu yang sakit pada kadar yang termampu.  Ambilkan wudhuknya dan bantu ibu untuk menunaikan solat.

·       Suntik ketenangan pada jiwa ibu dengan memperdengarkan alunan al-Quran di telinganya, sama ada ayat-ayat tersebut di baca oleh anak-anak atau dengan menggunakan kaset al-Quran.

·       Prihatin dengan keperluan itu.  Sebaiknya, keperluan ibu dipenuhi sebelum diminta seperti makan minum, persiapan diri dan sebagainya.

Sumber: anis mei’11

p/s:  Kepada sesiapa yang masih ada ibu, terutama yang sedang meniti usia tua, jagalah ibu sebaik mungkin. Jaga tutur kata dan perbuatan agar ibu tidak rasa kecewa dan sensitive. Kelak jangan sampai timbul rasa kesal apabila ibu meninggalkan kita nanti.

Saturday, 2 June 2012

DOA NABI IBRAHIM...


Tiga peringatan penting di sebalik doa Nabi Ibrahim

Bimbang ditimpa kehinaan pada hari kiamat


SALAH satu doanya, Nabi Ibrahim memohon kepada Allah SWT supaya tidak ditimpakan kehinaan pada hari kiamat. Nabi Ibrahim berdoa: “Dan janganlah Engkau hinakan daku pada hari makhluk dibangkitkan hidup semula. Hari yang padanya harta benda dan anak-pinak tidak dapat memberikan pertolongan sesuatu apapun, kecuali (harta benda dan anak-pinak) orang yang datang menghadap Allah dengan hati yang selamat sejahtera (dari syirik dan penyakit munafik).” (Surah al-Syu'ara, ayat 87-89)

Berdasarkan doa diucapkan Nabi Ibrahim, terdapat tiga perkara yang menarik diberikan perhatian oleh setiap Muslim.

Pertama, kebimbangan Nabi Ibrahim mengenai azab yang pedih pada hari akhirat. Sebagai Nabi, bahkan bapa segala nabi dan rasul, juga bergelar Khalil Allah yang bermaksud kekasih Allah, Nabi Ibrahim masih bimbang serta takut jika ditimpakan kehinaan oleh Allah SWT pada hari kiamat. Inilah sifat mulia Nabi Ibrahim yang sewajarnya dicontohi.

Kedua, tiadanya nilai harta kekayaan, pangkat kedudukan, pengikut dan waris keturunan di sisi Allah SWT pada hari kiamat. Untuk neraca piawaian duniawi, harta dan anak termasuk pengikut adalah petunjuk utama menentukan status serta darjat social manusia.

Akan tetapi pada hari akhirat nanti, kesemua itu tidak menjadi perkara penting dan tidak ada harganya kerana kenikmatan di syurga tidak dapat dijual beli, apatah lagi malaikat sebagai barisan pelaksana perintah Allah tak mungkin dapat diminta kasihan untuk melepaskan diri daripada azab dan kesengsaraan.

Ketiga, kebersihan hati adalah sumber keselamatan dan kebahagiaan pada hari akhirat. Jaminan keselamatan dan kebahagiaan hanya diberikan kepada orang yang datang menghadap Allah dengan hati bersih dan sihat atau qalbun salim.

Dalam kata lain, hati memainkan peranan penting mencerminkan dan menentukan kemuliaan atau kehinaan peribadi seseorang. Malah, hati juga dianggap sebagai ejen penentu kepada hidup dan matinya jasad manusia.

Anggota tubuh badan manusia tidak berfungsi secara keseluruhannya kerana terlucutnya roh yang bertapak dalam hatinya. Hatilah tempat bertapaknya iman, takwa, sifat mahmudah, niat dan dalam ketika lain, di sinilah juga terletaknya kekufuran, nifaq serta sifat mazmumah.

Perlu ditegaskan, ada banyak pendapat daripada ulama tafsir berkaitan asal usul kalimah qalbun salim ini yang asasnya berkisar kepada tiga makna. 

Pertama, seperti dikemukakan Ibnu Katsir dan al-Alusi, qalbun salim bermaksud sejahteranya hati daripada penyakit syirik atau kepercayaan sesat.
Hati sihat bererti memiliki akidah yang benar, lurus, bebas daripada segala bentuk kemusyrikan dan kesesatan.

Kedua, qalbun salim bererti bersih daripada penyakit hati iaitu sifat mazmumah seperti riak, hasad dengki, sum’ah, sombong dan sebagainya. Permulaan surah al-Baqarah, dikemukakan tiga golongan manusia iaitu orang yang bertakwa (al-muttaqun), orang kafir (al-kafirun) dan orang munafik. (al-munafiqun).

Golongan yang disebut terakhir ini adalah orang yang hatinya berpenyakit seperti ditegaskan Allah SWT melalui firman-Nya yang bermaksud: “Dalam hati mereka (golongan yang munafik itu) ada penyakit (syak dan hasad dengki), maka Allah tambahkan lagi penyakit itu kepada mereka; dan mereka pula akan beroleh azab seksa yang tidak terperi sakitnya, dengan sebab mereka berdusta (dan mendustakan kebenaran. ( Surah al-Baqarah ayat 10.)

Hati yang bersih dipenuhi dengan iman, hidayah petunjuk dan takwa. Di dalamnya, sarat gelora kerinduan, kecintaan, ketaatan dan ketundukan yang kudus kepada Allah. Justeru, hati adalah tempat bertapaknya nilai kebaikan seperti khusyuk, tawaduk, sabar, tawakal, syukur, istiqamah, pemaaf dan sifat mahmudah lain.

Ketiga, seperti badan yang sihat, hati sihat juga memiliki kesempurnaan dan kekuatan melakukan tugas sesuai dengan maksud penciptaannya sebagai hamba dan khalifah Allah. Fungsi hati yang utama adalah untuk mengenal Allah SWT, iaitu dengan iman dan takwa, seperti maksud sabda Rasulullah SAW: “Takwa itu di sini, dan Baginda SAW menunjuk ke dadanya sebanyak tiga kali.” (Hadis riwayat Baihaqi)

Satu perkara tidak dapat disangkal adalah hati yang sihat sumber segala kebaikan dan pendorong amal salih. Di sini, hanya hati yang disebut sebagai sumber keselamatan dan kebahagiaan pada hari akhirat, bukannya anggota tubuh badan lain.

Hal ini, menurut imam al-Razi, kerana jika hati sihat, seluruh anggota badan yang lain ikut sihat. Jika baik hati, maka baiklah seluruh anggota tubuh yang lain dan begitulah sebaliknya.

Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: “Sesungguhnya dalam jasad itu ada segumpal daging. Apabila dia baik, maka baiklah seluruh jasad. Tetapi, apabila dia rosak, maka rosaklah seluruh jasadnya. Ketahuilah bahawa dia itu ialah hati.” (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)

Oleh Dr Engku Ahmad Zaki Engku Alwi (.2012/05/25 – berita harian)

Monday, 30 April 2012

Kisah hidup...


Aku,
Lelaki
Dan Cinta....

Kisah seorang isteri yang kecewa dengan perangai suaminya yang lebih mementingkan kerjaya, keretanya dan ada pula menyimpan kekasih lain. Merasakan dirinya bermadu dengan kereta dan peranannya hanyalah sebagai  pengasuh kepada anak-anaknya. Setiap kali si isteri membuka mulut ingin meluahkan perasaan dan ingin mengingatkan kembali harapan-harapan yang mereka sulam sebelum berkahwin, si suami akan meninggikan suara dengan berkata “ Apa lagi ni..apa lagi yang tak cukup?”  Si isteri akan menangis, makan hati, rasa seperti pengemis cinta kepada orang yang sepatutnya memberi cintanya kepadanya dengan hati terbuka.

Si suami akan menjauhkan diri apabila menjawab telefon dan bercakap lama.  Suatu hari si isteri telah membuka handset si suami dan memanggil nombor yang paling banyak di buat oleh si suami.  Ternyata si suami ada menyimpan kekasih di luar.

Selepas menghantar anak ke sekolah, si isteri telah memandu tanpa hala tuju dan berhenti di R&R.  Meletak kereta berdekatan dengan surau dan terus masuk ke surau, menangis teresak-esak.  Tiba-tiba dia ditanya oleh seseorang kenapa bersedih.  Tanpa segan silu, dia meluahkan isi hatinya kepada orang itu.

“Jadi Ima harapkan suami dapat memberikan kebahagiaan dan cinta?”  Jawah Ima, “ Ya kak.  Dia segala-galanya bagi saya.”

“Bagaimana mungkin, Ima.  Suami Ima, atau mana-mana manusia tidak mungkin mampu memberikan kebahagiaan dan cinta.  Untuk dirinya sendiri pun dia mengharapkannya dari orang lain.”  Jawab kakak itu.

“Kenapa kakak kata begitu? Kakak tak kenal suami saya.” Tanya Ima.

“Kakak tak kenal suami Ima,  Tapi tidak banyak bezanya dengan manusia lain.  Kenapa dia ada wanita lain?  Kerana dia juga mengharapkan kebahagiaan itu diberi oleh orang lain.  Dia pun tak dapat bahagiakan diri sendiri..kenapa Ima letakkan seluruh harapan pada dia?  Soal material mungkin dia boleh berikan.  Tapi soal bahagia dan cinta adalah soal hati.”

“Habis, saya tidak akan bahagia dengan suami?” Tanya Ima.

“Boleh.  Tapi mintalah bahagia itu daripada Pemilik cinta dan bahagia.”

“Maksud kakak?”

“Ima, cuba jawab soalan kakak.  Di mana Ima letakkan Allah dalam pencarian cinta Ima?  Selama ini, suami atau Allah yang lebih Ima utamakan?  Jika Pemilik cinta diketepikan, peminjam cinta dijulang-julang, bagaimana kita dapat berasa bahagia?  Hati kita milik Allah, Ima.  Ambillah cinta dan bahagia dari sumbernya yang asal...insya-Allah kita tak akan kecewa.”

“Apabila Allah mencintai seorang hamba, maka Allah berseru kepada Jibril: ‘ Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka cintai dia.’  Jibril pun mencintainya.  Kemudian Jibril berseru kepada penghuni langit: 'Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka kalian cintai dia.’ Penghuni langit pun akan mencintainya.  Kemudian ditanamkan cinta penghuni langit kepadanya.”

Maksud hadis yang dicerita oleh kakak itu tadi adalah riwayat Bukhari...meresap di dalam hati Ima.  Dia berasa semakin tenang, terasa seperti air dingin menyirami dia.

Kakak itu juga mengingatkan mengenai doa Nabi Daud a.s. tentang cinta dari riwayat Termizi. “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu cinta-Mu dan cinta orang-orang yang mencintai-Mu dan aku memohon kepada-Mu perbuatan yang dapat menghantarku kepada cinta-Mu.   Ya Allah, jadikanlah cinta-Mu lebih kucintai daripada diriku dan keluargaku serta air dingin.”

Pesan kakak itu lagi, “Yang penting, buat dulu..Apabila kita berbuat, kita akan mendapat pengalaman.  Pengalaman akan membawa kepada keyakinan.  Apabila hati telah yakin, cabaran hidup tidak akan melemahkan kita.”

Ima masuk semula ke dalam kereta.  Wajah anak-anak tergambar di fikirannya.  Kebaikan suaminya Azim terhadap dirinya mengisi fikiran.

Ima mengulang-ulang doa mohon perlindungan dari syaitan Wathin yang tugasnya menghasut orang yang sedang dilanda ujian.  Aku berlindung dengan Allah dari syaitan Wathin yang terkutuk, anak-anaknya, sekutunya dan tenteranya.

Jauh di sudut hati paling dalam, Ima mengakui belum mampu memaafkan suaminya sepenuhnya, tetapi menyimpan harapan untuk memohon kekuatan dari Allah.  Jodoh pertemuan, ajal dan maut adalah urusan Allah.  Apa yang Dia izinkan berlaku pasti berlaku dan apa yang tidak dengan izinNya tidak akan berlaku.

Allah telah menggerakkan dirinya untuk sampai ke R&R itu, diluar akal sedarnya, selamat tanpa sebarang kemalangan.  Rupanya Dia ingin ketemukan dia dengan seseorang yang membuat dia melihat kehidupan ini dari sudut pandang yang lain.

" Ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahim, Ya Wadud. Izinkan aku mengenal-Mu.  Tuhanku adalah Ar-Rahman, Ar-Rahim, Al-Wadud. Pemilik hakiki cinta dan kasih sayang yang selama ini aku harapkan dari makhluk bergelar lelaki dan suami.  Dengan belas ihsan-Mu Ya Allah, kuatkan hatiku dengan kudrat-Mu untuk memulakan arah cinta yang abadi dan murni.  Urusan utamaku adalah dengan-Mu Allah, bukan dengan lelaki yang juga lemah seperti aku....."

Coretan hidup harian.....

Sumber: anis sep ‘10

Wednesday, 25 April 2012

HATI....


JAGALAH HATI... 


Hati kita cepat saja nak marah apabila dicuit sedikat masalah. Bukan tidak ada cara lain untuk mengubat hati, tetapi sudah menjadi fitrah manusia cepat melenting dan sukar untuk mengawal perasaan sendiri.  Rasulullah saw juga pernah berkata, “Sesungguhnya dalam diri manusia terdapat segumpal darah, apabila ia baik maka baiklah seluruh tubuhnya.  Apabila ia buruk, maka buruklah seluruh tubuhnya (alaawahiyal qolbu) ia adalah hati.”  (HR Bukhari & Muslim.)

Manusia dilahirkan dengan hati yang suci bersih tanpa secalit noda dan dosa.  Hati seseorang itu akan menjadi baik jika pemiliknya sentiasa memeliharanya dengan baik seperti mengamalkan zikrullah serta melakukan perkara-perkara yang positif.  Sebaliknya berlaku jika soal hati tidak dijaga dengan baik. Bisikan syaitan akan sentiasa menjadi peneman.  Apa pun, tidak terlambat untuk membersihkan hati dari segala sifat amarah.  Ilmu, mujahadah dan disiplin, tiga perkara asas bagi mendapatkan hati yang cintakan kebaikan.

 ILMU:

Ilmu merupakan makanan bagi hati setiap manusia.  Untuk mendapatkan hati yang suci kita perlu mempelajari ilmu agama seperti mana yang pernah diperkatakan oleh Iman al-Ghazali, “Apabila seseorang tidak mendengar majlis ilmu sebanyak 7 hari, hatinya akan menjadi keras.  Justeru, kita harus mendidik diri supaya sentiasa cintakan majlis ilmu, mengamalkan zikir, istiqamah membaca al-Quran dan sebagainya.

MUJAHADAH:

Jangan sesekali akur dengan godaan dan bisikan syaitan yang sentiasa berusaha untuk menyekat kita kearah kebaikan.  Kita perlu kuatkan hati melawan dan menundukkan syaitan demi menuju jalan yang benar.

DISIPLIN:

Terapkan sifat-sifat baik ke dalam diri secara beransur-ansur untuk memastikan diri sendiri boleh menerima perubahan.  Jangan juga mengubah diri secara drastik kerana akan menyebabkan diri tidak istiqamah untuk berhijrah kearah kebaikan secara berterusan.

Bagaimana pula mendapat hati yang tenang.
1.    Memaafkan seseorang setiap kali sebelum tidur.  Tidak kira sebesar mana sekalipun kesalahan atau dosa yang mereka lakukan kepada kita. Rasulullah juga sentiasa memaafkan musuh-musuhnya.  Bahkan Allah juga mempunyai sifat pemaaf.  Jadi kenapa tidak kita?

2.  Sentiasalah memohon doa kepada Allah swt dengan tujuan orang lain juga memaafkan segala kesalahan yang dilakukan oleh kita.
(ada kaitan dengan artikel di blog saya : kuyahsyedharun.blogspot.com mengenai ‘Pesanan Rasulullah kepada Aisyah sebelum tidur supaya mendapat keredhaan dari seluruh muslimin’ bertarikh 20/12/11)

3.  Amalkan membaca surah al-Insyirah.  Dengan bacaan tersebut mampu memberi ketengangan hati apabila berasa tidak tenang dan susah hati.

4.  Sentiasa mengawal lidah bercakap perkara-perkara yang tidak memberi faedah.

5.  Memelihara mata yang sangat besar fungsinya.  Elakkan diri dari melihat keaiban orang lain.  Seharusnya kita sendiri sedar yang kita juga memilik banyak kekurangan.  Tiada siapa yang memiliki kesempurnaan sepenuhnya melainkan Allah swt.

6.  Sesekali tidak salah jika kita mengenang dan mengingati kembali kebaikan yang pernah orang lakukan untuk kita.  Jangan hanya mengingati kesalahan orang lain.

(Petikan dari al Islam feb ’12.)

CANTIKNYA PEREMPUAN.....


Nafsu mengatakan perempuan cantik atas dasar rupanya, 

Akal mengatakan perempuan cantik atas dasar ilmu dan kepintarannya, 

Hati mengatakan perempuan cantik atas dasar akhlaknya....

UMUR 40 TAHUN...


Umur Penentu?

Kebanyakan orang menyebut usia 40 tahun sebagai titik permulaan untuk berubah. Malah boleh dikatakan umur 40 tahun menjadi detik penentu hala tuju masa depan seseorang.  Ini adalah kerana usia 40 tahun adalah peringkat usia yang memang sudah cukup matang di sudut pemikiran, tindakan dan perubahan hingga membawa kepada natijah yang baik.

Usia tersebut juga elok diberi tumpuan untuk memperelokkan lagi apa-apa yang sudah pun sedia ada. “Tapi kalau pada usia 40 tahun baru hendak bermula, ia memerlukan kuasa penggerak yang sangat kuat lagi bertenaga. Mujur juga jika tercapai.  Bagaimana pula jika tenaga tidak mengizinkan?

Membanyakkan berbuat baik dan meninggalkan berbuat mungkar, permulaannya bukan pada titik usia 40 tahun.  Kalau hendak berpegang kepada teori barat Life begins at 40, jadikan usia itu sebagai titik mula untuk lebih memperkemaskan lagi apa yang sudah dibina.

Kata Imam al-Ghazali, tanda-tanda Allah lupakan kita ialah apabila kita sibuk kepada perkara yang tidak mendatangkan sebarang pulangan kepada kita.

Sabda Nabi saw, “ Manusia dihimpunkan di dalam rahim ibunya selama 40 hari sebagai setitis mani, 40 hari segumpal darah, 40 hari sebagai seketul daging, 40 hari berikutnya ditentukan jantina, amalan, rezeki, syurga atau neraka.” Dan dihujung hadis tersebut Baginda saw mengingatkan, “Kamu kena ingat, ada di antara kamu yang beramal di dalam hidupnya sebagai seorang ahli syurga sehingga seorang ahli syurga melabelkan ahli syurga.  Tiba-tiba pada masa penghujung hidupnya, dia mula melakukan satu perkara yang Allah murka kepadanya menyebabkan ia mati dalam kemurkaan Allah.  Dan ada juga di kalangan kamu yang berlaku sebaliknya.” (Riwayat Bukhari dan Muslim.)

Sekiranya telah dimulakan dengan baik itu, maka hendaklah kita teruskannya dan janganlah terpesong kepada sebaliknya.

Monday, 23 April 2012

BRIDGET MENEREZ'S MONDAY ARTICLE ON...


GIVING FROM THE HEART... 

It is a big thing to be a real server of people, and when done well, it nourishes the heart.

When the heart is used, there is a radiation outwards which touches other’s hearts.

We don’t need any resources to serve from the heart, we just need to be rich inside.

Rich means we have got space.  Space means an open heart.
To serve from our hearts is to give ourselves to life.  

Not your words, time or business, but ourselves.

When I am generous, I will become co-operative and enable others to become virteous through my virtues.  

The more I use my specialities this way, the more I will find them multiplying.

Full potential means our heart is open.  To have a good heart is one thing, but to give of it, to create something, is a more powerful donation.

I am able to go beyond confusion and doubt when I have a big heart.  I am never caught to find a way out.
I am never disheartened even when I encounter the negative aspects of someone.

Instead, I am able to effectively and smoothly come out of a situation.

Everyday, I remember my own essence.  If I limit the love to just one or two, it will eventually halt.

If I learn to create love inside my heart and silently give it to everyone I meet, love will grace every corner of my life.

source: Today in the sun.